Kabel USB Type C Ternyata Bisa Membutuhkan Update Firmware, Ini Penjelasannya

Kabel USB Type C Ternyata Bisa Membutuhkan Update Firmware, Ini Penjelasannya
Kucatat.com,

Kabel USB-C tidak selalu sekadar menjadi penghubung untuk mengisi daya atau memindahkan data. Pada jenis tertentu, kabel ini dilengkapi komponen elektronik yang menjalankan firmware dan dapat menerima pembaruan dari produsennya.

Informasi tersebut dibahas oleh How-To Geek dalam artikel yang terbit pada 18 Oktober 2026. Pembahasan ini menyoroti bahwa pembaruan firmware pada kabel memang memungkinkan, tetapi hanya berlaku untuk model tertentu yang memiliki komponen pendukung.

Sebagian kabel USB-C berkemampuan tinggi dilengkapi chip e-marker. Komponen ini menyampaikan informasi mengenai kemampuan kabel, termasuk dukungan daya dan transfer data, kepada perangkat yang terhubung.

Namun, keberadaan chip e-marker tidak otomatis berarti kabel tersebut bisa diperbarui firmware-nya. Fitur pembaruan umumnya ditemukan pada kabel aktif, kabel untuk transmisi video, atau produk tertentu yang menggunakan pengendali elektronik lebih kompleks.

Pada kabel aktif, komponen seperti redriver atau retimer dapat membantu menjaga kualitas sinyal. Sementara itu, kabel USB-C ke HDMI tertentu memiliki chip yang bertugas mengonversi sinyal video agar dapat ditampilkan pada monitor.

Pembaruan firmware pada produk yang kompatibel dapat membantu memperbaiki masalah kompatibilitas, gangguan koneksi, atau kendala performa.

Dalam kasus tertentu, pembaruan juga dapat mengaktifkan kemampuan tampilan yang sebelumnya belum tersedia. Cable Matters, misalnya, menyediakan perangkat lunak pembaruan untuk sejumlah kabel dan adaptor USB-C ke HDMI 8K yang kompatibel.

Berdasarkan dokumentasi resmi produsen, produk tertentu dapat diperbarui untuk mendukung tampilan 4K pada 120 Hz atau 240 Hz di Mac yang kompatibel. Hasilnya bergantung pada model kabel, firmware, perangkat, dan konfigurasi yang digunakan.

Pengguna tidak perlu memeriksa atau memperbarui semua kabel USB-C yang dimiliki. Langkah pertama adalah mengidentifikasi merek dan model produk secara tepat.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Periksa nama produk dan nomor model pada kabel, kemasan, atau riwayat pembelian.
  2. Kunjungi situs resmi produsen dan cari halaman dukungan untuk model tersebut.
  3. Periksa apakah produsen menyediakan pembaruan firmware khusus untuk produk itu.
  4. Baca persyaratan perangkat dan sistem operasi sebelum mengunduh perangkat lunak pembaruan.
  5. Ikuti petunjuk resmi produsen dan jangan memutus koneksi selama proses pembaruan berlangsung.

Jangan menggunakan perangkat lunak dari sumber yang tidak dikenal atau mencoba memasang firmware untuk model kabel yang berbeda. Pembaruan yang tidak sesuai berpotensi menyebabkan masalah kompatibilitas.

Apakah Semua Kabel USB-C Perlu Di-update?

Tidak. Kabel USB-C biasa pada umumnya tidak memiliki firmware yang dapat diperbarui oleh pengguna. Bahkan, kabel yang dilengkapi chip e-marker belum tentu mendukung pembaruan firmware.

Jika kabel berfungsi normal, tidak ada pembaruan resmi, dan tidak ditemukan masalah kompatibilitas, pengguna tidak perlu melakukan tindakan apa pun.

Sebelum membeli kabel pengganti, pengguna yang mengalami gangguan koneksi atau tampilan dapat memeriksa spesifikasi kabel dan perangkat yang digunakan. Namun, masalah juga bisa berasal dari port, adaptor, monitor, atau perangkat sumber.

Kesimpulan: pembaruan firmware kabel USB-C memang dimungkinkan pada produk tertentu. Meski begitu, fitur ini bukan kemampuan universal semua kabel. Pengguna sebaiknya selalu memeriksa dukungan resmi dari produsen sebelum mencoba memperbarui firmware.

Belum ada komentar

Kucatat Kucatat