Industri AI China Melesat Meski Dihantam Pembatasan Teknologi Amerika Serikat

Industri AI China Melesat Meski Dihantam Pembatasan Teknologi Amerika Serikat
Kucatat.com,

Perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) di China terus mempercepat pengembangan model fondasi berukuran besar yang memiliki lebih dari satu triliun parameter.

Mengutip dari media scmp, Langkah ini dilakukan ketika Amerika Serikat memperketat pembatasan akses terhadap perangkat lunak AI unggulan melalui kebijakan kontrol ekspor terbaru.

Parameter menjadi salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur kemampuan sebuah model AI.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi China berupaya mengejar ketertinggalan dari perusahaan Amerika Serikat seperti OpenAI dan Anthropic yang terus meningkatkan kapasitas model unggulan mereka.

Baca Juga:

Perbedaan arah perkembangan teknologi AI antara kedua negara kembali terlihat setelah Anthropic menghentikan akses global terhadap model Mythos dan Fable. Kebijakan tersebut menyusul penerapan kontrol ekspor yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Kedua model AI milik Anthropic tersebut diperkirakan memiliki kapasitas hingga triliunan parameter dan termasuk dalam kategori model kecerdasan buatan kelas atas.

Menurut laporan Donghai Securities, pengembang AI di China kini mulai meninggalkan model umum berbasis miliaran parameter yang populer pada 2023 dan 2024.

Sebagai gantinya, mereka beralih ke arsitektur AI dengan lebih dari satu triliun parameter, dukungan konteks hingga jutaan token, serta kemampuan beradaptasi penuh dengan ekosistem chip dalam negeri.

Perubahan strategi tersebut menunjukkan upaya China untuk membangun kemandirian teknologi sekaligus meningkatkan kemampuan model AI yang dikembangkan di dalam negeri.

Pada akhir April 2026, perusahaan AI China, DeepSeek, meluncurkan model V4 yang menjadi model pertama mereka dengan kapasitas mencapai satu triliun parameter.

Selain DeepSeek, sejumlah perusahaan teknologi besar China juga telah memperkenalkan model serupa dalam beberapa bulan terakhir. Xiaomi dan Alibaba Group Holding termasuk di antara perusahaan yang aktif mengembangkan model AI generasi terbaru.

Alibaba bahkan menjadi salah satu perusahaan pertama yang melampaui ambang satu triliun parameter melalui peluncuran model Qwen-3-Max-Preview pada September lalu.

Perkembangan tersebut menunjukkan persaingan di sektor kecerdasan buatan global semakin intens, terutama di tengah meningkatnya pembatasan teknologi dan persaingan inovasi antara China dan Amerika Serikat.

Belum ada komentar

Kucatat Kucatat