Girl group Kpop aespa resmi kembali dengan album studio kedua bertajuk LEMONADE yang dijadwalkan rilis pada Jumat.
Mengutip dari Yonhap, album tersebut menghadirkan lagu utama dengan judul sama yang mengusung nuansa dance elektronik dan pesan tentang menghadapi kesulitan hidup.
Karina, Winter, Giselle, dan Ningning menghadiri konferensi pers di kawasan Songpa, Seoul, Kamis, sehari sebelum perilisan album.
Album LEMONADE menjadi full album kedua aespa setelah Armageddon yang dirilis pada 2024 dan melahirkan lagu populer seperti “Armageddon” dan “Supernova”.
SM Entertainment menjelaskan album terbaru aespa menghadirkan berbagai lagu dengan emosi dan suasana berbeda yang menggambarkan sikap menghadapi kehidupan.
Karina mengatakan album tersebut memiliki makna besar bagi grup mereka setelah kesuksesan album pertama.
“Banyak orang memberikan cinta untuk album pertama kami, jadi kami mempersiapkan album ini dengan rasa gugup sekaligus antusias. Kami benar-benar memikirkan apa yang ingin ditunjukkan kepada publik. Saya rasa kami bisa memperlihatkan seberapa besar perkembangan kami,” katanya.
Lagu utama LEMONADE disebut sebagai track dance elektronik dengan synth-bass kuat dan adiktif.
Winter menjelaskan lagu tersebut membawa pesan tentang mengubah situasi sulit menjadi sesuatu yang positif.
“Meski situasinya terasa berbahaya dan kacau, pesan lagu ini adalah tentang mencampur semuanya lalu menikmatinya dengan rasa menyenangkan,” ujar Winter.
Ia juga mengaku langsung tertarik dengan karakter bass dalam lagu tersebut.
“Bass-nya sangat membekas bagi saya. Dari pertama mendengar, lagunya terasa kuat dan intens. Suasana keseluruhannya juga keren dan cocok untuk musim panas,” katanya.
Ningning turut membagikan pengalaman saat proses rekaman berlangsung.
“Ada ad-lib lucu yang kami rekam setelah salah satu verse,” ujarnya sambil tertawa.
Ia juga mengungkapkan memiliki bagian lirik berbahasa Spanyol dalam lagu tersebut.
“Saya terus mengecek pengucapannya setiap kali rekaman,” katanya.
Album ini juga menampilkan perbedaan konsep cukup kontras dibanding lagu pra-rilis “WDA (Whole Different Animal)” yang bernuansa hip-hop gelap dan menghadirkan G-Dragon.
Giselle menyebut kedua lagu tersebut memiliki nuansa emosi yang sangat berbeda.
“‘WDA’ terasa gelap dan intens. Sementara ‘LEMONADE’ lebih jenaka dan unik,” ujarnya.
Selain G-Dragon, album terbaru aespa juga menghadirkan kolaborasi dengan Becky G dan Ty Dolla $ign.
Menutup konferensi pers, Ningning mengatakan rasa percaya diri menjadi hal penting bagi seorang artis.
“Saya rasa artis harus memiliki rasa percaya diri. Saat membuat sesuatu dengan keyakinan, itu yang akhirnya sampai kepada pendengar,” katanya.
Karina juga berharap album terbaru aespa dapat memberi energi positif kepada para pendengar.
“Tantangan dan kesulitan dalam hidup adalah lemonnya. Tujuannya adalah membuat sesuatu yang lezat dari semua itu,” ujarnya sambil tertawa.

